Kuucapkan, selamat hari raya Idul Fitri buat saudara-saudara dan teman-temanku yang merayakan hari kemenangan, baik kemarin maupun hari ini.
Sempat terjadi kebingungan kapan tepatnya tiba 1 Syawal 1432 H (31 Agustus 2011). Sebagian umat Islam sudah berlebaran kemarin, 30 Agustus 2011. Tak masalah, yang penting maknanya tak berubah.
Karena Tulang (paman)-ku berlebaran kemarin, maka kami sudah menikmati nikmatnya ketupat lebaran kemarin….
Di tempatku tumbuh dan besar, hari lebaran sangat spesial tidak hanya buat teman-temanku yang muslim, tetapi buat kami juga.
Secara tradisi, hampir setiap hari pertama lebaran kami berkumpul di rumah Opungku, di Sungailiat, Bangka. Kami sendiri tinggal di komplek PT. Timah Sampur, Pangkalpinang. Secara agama, keluarga besar kami dari mamak memang terbagi dua, Islam dan Kristen.
Di pagi hari lebaran, sembari menunggu Opung pulang sholat Id dari mesjid, kami para cucu sudah berbaris dengan rapi dan manis mulai dari yang termuda sampai yang tertua di depan rumah Opung. Kemudian, satu per satu kami menyalami Opung yang berjalan santai bak raja disambut rakyatnya….
Setelah prosesi salam-salaman, saatnya untuk makan ketupat bersama…..maknyuussss…rumah Opung pun ricuh, ramai, karena cucunya cukup banyak dan rakus-rakus.
Biasanya, sorenya kami pulang ke rumah kami di Sampur. Di komplek kami inilah lebaran benar-benar menjadi petualangan seru.
Tetangga depan rumah (saya lupa namanya) pasti akan mengantarkan sedulang makanan buat kami. Isinya komplit……
Saya dan teman-teman muslim biasanya berkumpul terlebih dahulu untuk mengatur strategi perkunjungan. Kita akan incar rumah-rumah siapa yang biasanya punya makanan enak tiap lebaran. Setelah itu gerombolan ini pun bergerak.
Rumah-rumah itu kita gilir. Kadang, mulai dari siang sampai malam.
Di Bangka, lebaran berlangsung cukup lama, ada istilah hari pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Terkadang hari kelima atau keenam masih saja terasa lebaran, masih saja berkunjung ke rumah tetangga.
Tetapi, ingat, kawan, makanan enak tentu saja tak bertahan sampai hari keenam atau ketujuh, jadi, usahakanlah berkungjung di hari pertama atau kedua…
Tak jarang kacang atau kue yang enak kita masukkan ke kantong celana, hahaha……. Terkadang, kami berkungjung dua kali ke satu rumah, sekali bersama teman, yang berikutnya bersama orangtua.
Kalau sudah capek dan kenyang, kita biasanya istirahat di mesjid komplek. Di mesjid kita tiduran atau memukul beduk lebaran sambil menunggu perut kembali siap untuk kunjungan-kunjungan selanjutnya…..
Di komplek kami, sukacita lebaran sangat terasa. Rumah-rumah tetangga dipadati tamu. Orang-orang tua ngobrol sambil tertawa. Anak-anak saling memamerkan baju, sepatu, dan sandal baru. Gadis-gadis bersolek cantik sepanjang hari mengantisipasi teman-teman cowoknya datang bertamu. Karena belum ada HP, apalagi BB, terpaksa mereka berdandan sepanjang hari kalau-kalau kawannya datang.
Kalau dulu sudah ada FB, pasti mereka akan heboh mengunggah foto-foto narsis mereka ketika pakai baju lebaran…….
Sore harinya kita akan bermain bola di lapangan tengah komplek sambil taruhan. Uniknya, taruhan ini hanya kami lakukan sekali setahun, hanya ketika lebaran tiba. Teknis taruhannya tak biasa. Masing-masing pemain mencari pasangan taruhannya sendiri dari pemain tim lawan. Jadi, jumlah taruhan biasanya tak sama, ada yang bertaruh 1000 rupiah, ada yang 500 rupiah, sesuai kesepakatan masing-masing pasangan taruhan. Meski jumlah taruhan tak sama, permainan tetap seru…..
Di pulau kami ini, khususnya di komplek kami, keharmonisan tak pandang agama atau etnis. Saya, seorang Batak dan Kristen, biasa main di mesjid, tidur di mesjid, mukul beduk lebaran. Kami berteman tanpa sekat-sekat agama atau etnis.
Sepanjang sejarah hidup saya, kami tidak pernah mendengar ada kerusuhuan yang berbau etnis atau agama di Bangka. Mudah-mudahan tidak akan pernah terjadi……
Lalu, kapan rumah kami dikunjungi oleh kawan-kawan? Teman-temanku akan membalas berkunjung ke rumah kami ketika tahun baru tiba. Karena warga Kristen lebih sedikit, maka kami harus siap-siap diserbu kawan-kawan…. hahaha, seru……
Selain itu, ketika Imlek tiba, maka kami pun bergabung untuk menyerbu rumah kawan-kawan Tionghoa kami…… Ah, indahnya persahabatan dan persaudaraan di Pulau kami, seindah pantai-pantainya yang berpasir putih dan halus……..
Selamat hari lebaran buat opungku, tulang-nantulang, uda-tante, toro, o’ol, bastian, botet, efran, budi, trisno, atik, ririn, lies, endang, ipung, sulis, andri, yudhi, dan banyak lagi kawan masa kecil yang tak bisa kusebutkan satu per satu.
I miss you all……………….
King of Pop telah tiada…Michael Jackson meninggal dalam usia yang relatif muda, 50 tahun. Penyebab kematiannya masih simpang siur. Menurut informasi medis, dia terkena serangan jantung. Kemudian ada yang mengatakan overdosis obat penenang. Yang menarik adalah ketika ada yang mengatakan bahwa penyebab kematiannya adalah karena kesepian!!! Seorang superstar dunia hidup dalam kesepian??? Apa mungkin? Bisa saja.
Kemarin saya baca koran yang berisi artikel tentang Dik Doank. Yang menarik adalah ketika saya melihat bio- datanya. Di situ ditulis nama 3 orang anak dari Dik Doank. Nama mereka adalah: Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti Kayya Hatti Imanni.

